Pernah nggak sih kamu ngomong sesuatu, eh tiba-tiba menyesal karena ucapan itu ternyata menyakiti orang lain? Atau mungkin kamu pernah jadi korban ucapan kasar yang bikin hati sakit berkepanjangan? Nah, kali ini kita bakal bahas tentang hadits menjaga lisan yang bisa jadi panduan buat kamu lebih berhati-hati dalam berbicara.
Kenapa penting banget ngomongin ini? Karena lisan itu ibarat pedang bermata dua. Bisa jadi alat untuk kebaikan, tapi juga bisa jadi senjata yang melukai. Yuk, simak ulasan lengkapnya biar kamu makin paham betapa pentingnya menjaga lisan menurut ajaran Islam.
Apa Itu Hadits Menjaga Lisan?
Sebelum kita bahas lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu hadits menjaga lisan. Hadits ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan umatnya untuk selalu berhati-hati dalam berbicara.
Nabi pernah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Nah, ini nih yang jadi dasar utama kenapa kita harus selalu menjaga lisan.
Kenapa Menjaga Lisan Itu Penting?
Menjaga lisan bukan cuma sekadar nggak ngomong kasar, lho. Ini tentang bagaimana kita bisa mengontrol ucapan agar nggak menyakiti orang lain, menyebar fitnah, atau bahkan merusak hubungan.
Menurut Ustaz Felix Siauw, “Lisan itu cerminan hati. Kalau lisannya baik, berarti hatinya juga baik. Tapi kalau lisannya buruk, hati pun perlu diobati.” Jadi, menjaga lisan itu juga bagian dari menjaga hati dan iman kita.
1. Lisan Bisa Menjadi Penyebab Masalah Besar
Pernah dengar cerita tentang orang yang ribut gara-gara salah paham? Atau pertemanan yang hancur karena gosip? Yap, itu semua bisa terjadi karena lisan yang nggak terkontrol.
Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan, “Sesungguhnya seorang hamba bisa mengucapkan suatu kalimat yang membuat Allah ridha, dan karena itu Allah mengangkat derajatnya. Sebaliknya, seorang hamba juga bisa mengucapkan kalimat yang membuat Allah murka, dan karena itu ia terjatuh ke dalam neraka.” (HR. Bukhari).
2. Lisan Adalah Cerminan Kepribadian
Coba deh perhatikan orang-orang di sekitarmu. Orang yang selalu berkata baik biasanya punya aura positif dan disukai banyak orang. Sebaliknya, orang yang suka ngomong kasar atau nyinyir biasanya dijauhi.
Ini sesuai dengan hadits Nabi, “Barangsiapa yang bisa menjamin untukku apa yang ada di antara dua janggutnya (mulut) dan dua pahanya (kemaluan), maka aku jamin surga untuknya.” (HR. Bukhari).
3. Lisan Bisa Jadi Amal Jariyah
Eits, jangan salah! Menjaga lisan bukan cuma menghindari dosa, tapi juga bisa jadi amal jariyah. Misalnya, dengan berkata baik, memberi nasihat, atau menyebarkan ilmu yang bermanfaat.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad). Nah, ucapan baik itu salah satu cara untuk jadi manusia yang bermanfaat.
Cara Praktis Menjaga Lisan
Nah, setelah tahu pentingnya menjaga lisan, gimana sih cara praktis buat melakukannya? Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Pikirkan Sebelum Berbicara
Sebelum ngomong, coba tanya diri sendiri: “Apakah ucapan ini bermanfaat? Apakah ini bisa menyakiti orang lain?” Kalau ragu, mending diam.
Seperti kata pepatah, “Diam itu emas.” Kadang, diam justru lebih baik daripada ngomong hal yang nggak perlu.
2. Hindari Gosip dan Fitnah
Gosip itu ibarat api kecil yang bisa membakar hutan. Sekali kamu mulai, sulit buat berhenti. Makanya, hindari kebiasaan bergosip atau menyebar fitnah.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan, “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Perbanyak Dzikir dan Istighfar
Salah satu cara ampuh buat menjaga lisan adalah dengan memperbanyak dzikir dan istighfar. Ini membantu kita lebih sadar dan terkontrol dalam berbicara.
Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra: 53).
4. Latih Diri untuk Berkata Baik
Kebiasaan itu bisa dibentuk, kok. Mulai sekarang, coba latih diri untuk selalu berkata baik. Misalnya, dengan memuji orang lain, mengucapkan terima kasih, atau memberi semangat.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi). Bayangin, senyum aja udah jadi sedekah, apalagi kalau ditambah ucapan baik?
Dampak Positif Menjaga Lisan
Menjaga lisan nggak cuma bikin kamu terhindar dari dosa, tapi juga punya banyak dampak positif lainnya. Misalnya:
- Hubungan Sosial Lebih Baik: Orang-orang akan lebih respect sama kamu.
- Hati Lebih Tenang: Nggak perlu khawatir karena ucapan yang menyakiti orang lain.
- Pahala Berlipat: Setiap kata baik yang kamu ucapkan bisa jadi amal jariyah.
Kesimpulan
Nah, itulah ulasan lengkap tentang hadits menjaga lisan dan pentingnya berhati-hati dalam berbicara. Ingat, lisan itu ibarat pedang. Kalau digunakan dengan baik, bisa membawa kebaikan. Tapi kalau nggak, bisa bikin kerusakan.
Jadi, yuk mulai sekarang lebih perhatian sama ucapan kita. Seperti kata Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Leave a Reply